Skip to main content

Posts

MAKNA "TANGGAL TUA" BAGI ANAK RANTAU

"Semangat yang luar biasa akan mengalahkan rasa lelah yang menyiksa kala merantau." Quotes ini seolah membakar spirit perjuangan kita sebagai anak rantau di negeri orang demi mencari sedikit nutrisi untuk masa depan yang cerah. Kadang kala duduk dibawah pinggir jalan sambil memirsa pohon-pohon yang tak begitu jauh jaraknya , memunguti daun-daun tua dan mengkremasinya kemudian melihat jalanan yang begitu ramai dengan suara kendaraan sembari merenung makna dari kata "anak rantau" ini. Terlintas di benakku bahwa anak rantau telah merasakan segala hal, entah itu dari segi sosial, ekonomi, politik, budaya bahkan hingga dunia percintaan. Terkadang, mereka yang menyesuaian diri terhadap lingkungan dimana ia hidup itu masih kurang, maka ia harus menyiksa diri dalam ruang yang sepi dan penuh dengan berbagai setan tersebut. Kenapa alternatif yang diambil oleh para anak-anak rantau itu adalah berdiam diri di tempat yang sepi ? Karena dalam benaknya selalu dih...

"APAKAH INI NYATA..??"

Akhir-akhir ini kehadiranmu kembali membuat hatiku mulai mencoba untuk merenung dan memutar ulang kembali semua memori yang telah lama berlalu. Meski begitu cepat memoriku untuk memutar ulang, namun hati kecil ini masih dalam keadaan yg dilematis. Sehingga hati nurani pun mulai menimbulkan pertanyaan kepada akal tentang kehadiranmu ini, apakah ini nyata? Atau hanya ilusi belaka yang dimana ia datang hanya untuk mencoba mengukir luka yang kedua kalinya? Mungkin aku saja yang terlalu over thinking, atau mungkin kegilaanku tentangmu yang telah lama ku tanam bersama masa laluku yang begitu dalam dan terisolasi yang mulai mencoba untuk bereaksi kembali seperti semula? Begitu mentari berbisik dan alampun mulai membisu sehingga terdengar oleh hati nurani yang paling dalam yang berbunyi sekalian mengingatkanku bahwa "berhati-hatilah ketika raga ingin melangkah satu langkah kedepan karena kemungkinan besar konsekuensi yang  akan anda dapat kali ini akan lebih besar dari konsekuensi y...

"JEJAK TAK TERLUPA"

"MAN SAARO  'ALADDARBI WASOLA" ,   "Barang siapa yang berjalan diatas jalannya maka ia akan sampai". Kata-kata itu selalu di sematkan pada pikiran kita bahwa tidak ada kata "Menyerah" , namun untuk sampai pada tujuan banyak rintangan yang harus kita lewati. Begitu juga denganku .  Menuju milad 1 tahun aku mengagumimu dalam diam, akhirnya aku sadar bahwa ketika stigma cinta sudah mulai merajalela dalam pikiran ini maka secara tidak langsung pintu logika pun akan dengan sendirinya menutup beserta jendela-jendelanya. Selama hampir satu tahun ini saya telah melewati beribu tantangan hingga jatuh, bangun, jatuh dan bangun lagi, namun aku tetap percaya bahwa selagi aku masih diberi kesempatan untuk berjuang maka aku akan tetap tegar untuk mengejar semua espektasiku yang ada. Memang benar apa yang orang- orang katakan, "banyak jalan menuju roma", tetapi ketika tidak ada jalan yang kita pilih maka kita tidak akan pernah sampai. Aku pu...

"DOKTRINISASI BUDAYA KUNO SEBAGAI TOXIC BAGI GENERASI MUDA"

Senja mulai tiba,  aku bergegas ke tempat biasa kita bermain untuk  berdiskusi dengan teman-teman seperjuangan. Begitu diskusi kita sudah berjalan sekitar 2 jam, mulai muncul pertanyaan yang menurutku agak penting dan mendalam maknanya.  "Kenapa para generasi muda khususnya di Indonesia begitu ditekan untuk cepat menikah??" Bukannya pernikahan itu adalah soal kesiapan komitmen juga kesetiaan dan hubungan yang mengikat sehidup semati dalam menjalani hidup ini?  Saya mencoba melontarkan pertanyaan balik "memangnya apa yg sedang terjadi sekarang sehingga ada pertanyaan semacam itu? kawanku menjawab "tidak ada" sambil menatap kearah langit dengan raut wajah penuh dengan ekspresi kekesalan. Lalu Saya terperangah dan merasa heran karena dengan pertanyaan itu tiba-tiba saya merasakan hal janggal yang menusuk relung jiwa. Saya berpikir dan mencoba memutar ulang memory sambil menjelaskan tentang doktrinisasi yang telah merajalela di kalangan generasi muda ...

"BAHAGIA DALAM KETERSIKSAAN"

Malam ini malam dimana kau memutuskanku. Malam yang akan selalu aku ingat seumur hidupku. Tanpa hati kau memutuskanku. Menghilang dariku seperti layar WA-ku yang mendadak blank setelah chat terakhir kita. Aaaahhhh...ternyata semua perempuan sama aja, gerutku dalam hati sambil meneguk wisky terakhirku. Kemarin malam aku kawin, malam ini pun kawin. Besok malam pun aku kawin lagi. Seolah-olah setiap hari adalah musim kawin bagiku. Tak terhitung seberapa kucing betina yang sudah kawin denganku.  Setelah aku dikawini, lalu mereka pergi setelah mencium keningku dan menyelipkan berlembar-lembar uang di dalam belahan dadaku. Dan seperti biasanya hatiku sepi kembali. Mungkin ini memang salahku. Tak sungguh-sungguh menjaga cinta matiku. Kebodohanku yang tak bisa menjaga hatiku agar tidak disakiti oleh perempuan lagi. Namun apa dayaku. Takdir sudah menancapkanku di sini. Di kelam malam. Dalam pelukan perempuan yang butuh kehangatan.  Perempuan yang menginginkan, aku...

"2019 TIDAK MATI"

"Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan", Kalimat itu seolah mengaktifkan kembali imajinasiku selama aku melakukan berbagai upaya hanya untuk melihat kebahagiaan yang terpancar dalam jalan cerita hidupmu. Bagiku kehidupan yang sempurna adalah saat melihatmu tersenyum ikhlas penuh kebahagiaan dengan segala upayaku. Aku tidak akan memintamu berbagai hal yang bentuknya materil tetapi aku hanya meminta agar kamu tetap tersenyum dalam mengejar segala cita-citamu yang ada selama ini. Aku begitu ketakutan  dalam melakukan segala upaya akibat karena selalu dihantui dengan kekhawatir-kekhawatiran, akan tetapi dengan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa aku bisa membuatmu tersenyum dan bahagia. Meski aku tahu dan aku sadar bahwa aku sedang menghadapi berbagai tantangan sehingga membuatku jatuh bangun, akan tetapi aku tidak akan menyerah karena aku amat sadar dan paham bahwa  perjalanan hidup manusia di muka bumi ini tidak akan terlepas dari segala tantangan. ...

APAKAH JARAK "GEOGRAFIS" SEBAGAI SYARAT UNTUK JATUH CINTA??

Selama 10 bulan lebih aku mengagumimu dalam diam dan berspektasi yang teramat tinggi hingga aku lupa akan beribu bidadari yang melintasi di hadapanku. Akan tetapi mungkin saja semua itu hanyalah sesuatu yang semu belaka seperti lagu tanpa lirik dan nada. Aku tahu cinta adalah sesuatu hal yang sangat kompleks, Cinta sulit untuk dipahami, aku juga paham cinta selalu berjalan beriringan dengan kita. Selama 12 tahun silam tidak ada rasa cinta yang merasuki ku  bahkan kata cinta pun tidak terpikir olehku, tetapi semua itu berubah dengan drastis ketika aku bertemu denganmu di tanah rantau. Waktu itu aku mulai mencoba untuk merenung. Pikiranku mulai jangar, jantung berdetak dua kali lebih cepat dari jarum jam, darah terasa di dorong keras melalui nadi-nadi.  "apakah ini namanya cinta yang sesunggunya"? Waktu itu ... aku memutuskan bahwa mulai saat ini, nanti dan seterusnya hingga waktu yang tidak ditentukan aku akan mencoba untuk mengikhtiarkan diri demi mencipta...

"BANGKIT UNTUK JATUH KEMBALI"

"Lebih memilih disakiti dari menyesali" . Kalimat itu sudah tertanam di hidupku sejak aku mulai mengenal cinta.  Aku termasuk orang yang tak pernah berani untuk memutuskan terlebih dahulu. Karena aku takut kata "Menyesal" itu. Tapi, ada saat aku yang memutuskan terlebih dahulu untuk mencintainya, namun kesalahpahaman datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu dan pada akhirnya aku tetap kembali pada masa lalu yang pernah menyakiti ku. Hati inipun tidak akan bisa menangis sendiri, hanya karena sebuah kisah yang tidak akan mungkin kembali. Biarlah semua ini berlalu bersama senja, karena aku sadar bahwa kau tak akan pernah kembali lagi. Marc, Bandung , 26 Desember 2018. Follow link : coretanmarc92.blogspot.com ,  timornews.tl ,  liantimor.com Contact via the Following Email : marcossoaressilva92@gmail.com ,  timornewstl@gmail.com

"SEPENGGAL SURAT"

Teruntuk kamu yang semoga dipertemukan dengan tulisan ini. Ada bagian dari hidup yang kita berdua tidak kuasa untuk memilih. Mau tidak mau, yaitu berpisah, perpisahan berjalan beriringan dengan pertemuan. Tidak ada yang sia-sia, selama ini kita telah berusaha untuk menjadi kuat bersama-sama hingga egois datang dan meracuni hubungan yang selama ini kita pertahankan menemui kata "selesai". Ini bukan salah mu aku juga tak mau disalahkan pada akhirnya kita merasa sebagai korban dan segala perdebatan yang tak harus ada karena kata "sudah" yg tidak bisa diubah. Sekarang, aku sedang berjalan meniti sembuh dalam luka. Mungkin, kamu juga. Walaupun aku masih menghayati kata "sudah" dengan penyesalan yang akan aku habiskan dalam perjalanan panjang, semoga habis di saat sampai tujuan. Yaitu, ikhlas menerima keadaan dimana kita sudah tak bisa saling menetap dan bercanda. Lengkong , 12 Desember 2019. Follow link : coretanmarc92.blo...

"KEKHAWATIRAN SELALU MENGHANTUI KETIKA MALAM BERSIAP PERGI"

Menguji tidak selalu identik dengan kelayakan jasad, Kelayakan ilmu pengetahuan, dan kelayakan keimanan. Tetapi ujian yang sangat berat adalah "CINTA" .  Begitu pula jiwaku saat ini, saat malam mulai bersiap pergi, saat kaki-kaki menyisakan tapak-tapak aroma kopi. Jikalau engkau sedang berada dalam ruang yang berbeda denganku saat ini, aku harap kau temukan bekas tapak kakiku yang beraroma kopi itu . Aku sadar kita tidak memegang satu tali, kita tidak satu jari, kita juga tidak terikat satu legalitas dan legitimasi. Tetapi akupun tau dan sadar pula bahwa kekhawatiran tidak selalu harus identik dengan dua hal tersebut. Aku juga paham bahwa kedewasaan adalah tolak ukur dari setiap tindakan, namun hati tidak bisa dibohongi, ia adalah kerajaan dalam tubuh, jikalau dzalim maka seluruh anggota tubuhpun rubuh. Ingat..!! Kenyamanan adalah jebakan, maka berhati-hatilah dalam setiap langkah, karena setiap langkah selalu beriringan dengan konsekuensi.  Sehi...